Kamis, 30 Juli 2009

Militer Indonesia-Sri Langka Tingkatkan Kerja Sama


JAKARTA - MILITER Indonesia dan Sri Lanka sepakat meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan dan latihan melalui pertukaran siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko).

Sebanyak 17 siswa Sesko Angkatan Darat Sri Lanka yang dipimpin Komandan Sekolah Komando Mayor Jenderal Niranjan Asoka Ranasinghe bertemu dengan Kepala Staf TNI AL Laksamana (KSAL) Tedjo Edhy Purdijatno dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Wardjoko di Jakarta, Selasa (28/7).

"Mereka ingin meningkatkan kerjasama kedua institusi," kata KSAL dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Sedangkan saat bertemu petinggi TNI AU, Wardjoko mengatakan, "rombongan ingin mengetahui lebih dekat matra udara RI dan kemungkinan kerja sama yang bisa direalisasikan.

SUMBER:http://alutsista.blogspot.com/2009/07/militer-indonesia-sri-langka-tingkatkan.html

Kamis, 23 Juli 2009

Hati-hati Gunakan Anggaran Pertahanan


JAKARTA, KOMPAS.com - Alokasi anggaran belanja pertahanan tahun anggaran 2010 mendatang dipastikan naik sebesar Rp 7 triliun, jika dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 33,7 triliun. Namun begitu pemerintah mewanti-wanti agar alokasi tambahan dana itu dipakai dengan hati-hati.

Terkait masalah itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Widodo AS datang menemui Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di kantornya, Rabu (22/7), untuk berkoordinasi. "Kehadiran saya ke sini sekadar mampir sekaligus membahas kebijakan pengamanan penggunaan anggaran (pertahanan), yang tahun 2010 ini naik sebesar Rp 7 triliun. Saya ingin pastikan kebijakan itu sudah dijabarkan dalam bentuk rancangan-rancangan," ujar Widodo.

Sepanjang pengamatan Kompas, kedatangan atau kunjungan Menko Polhukam ke Dephan nyaris bisa dibilang jarang terjadi. Dalam pertemuan diakui pula kedua belah pihak membahas sejumlah isu lain termasuk soal aksi terorisme peledakan bom yang baru saja terjadi.

Usai pertemuan, Menhan tidak keluar ruangan mengantar kepulangan Widodo. Hanya Sekretaris Jenderal Dephan Sjafrie Sjamsoeddin saja tampak mengantar Widodo ke halaman gedung Dephan. "Nantinya anggaran tambahan itu hanya boleh digunakan jika itu terprogram dengan rapi, masuk dalam postur TNI, dan tidak asal menggunakan anggaran," ujar Sjafrie usai mengantar Widodo.

Menurut Sjafrie, penggunaan alokasi anggaran akan difokuskan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan seperti kesiapan operasional, baik personel, kesatuan, dan peralatan, selain itu juga untuk pemeliharaan peralatan, manusia, maupun kebutuhan operasional lain macam kesiapan pangkalan sebagai penunjang operasional.

Lebih lanjut dari kenaikan sebanyak Rp 7 triliun tersebut, pemerintah telah menyisihkan sebanyak Rp 8 miliar untuk memenuhi sejumlah kebutuhan untuk biaya operasional mendesak, anggaran pusat pasukan perdamaian (Peace Keeping Center) TNI, dan juga untuk pengadaan kendaraan tempur jenis panser.

Dalam pertemuan itu juga dilaporkan hasil audit tim investigasi pemeliharaan peralatan utama sistem persenjataan (alutsista) TNI, yang diketuai Inspektur Jenderal (Irjen) Dephan. Dalam posisi itu Menko Polhkam menurut Sjafrie terus memantau sejauh mana temuan kemudian ditindaklanjuti.

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/22/21081797/hati-hati.gunakan.anggaran.pertahanan

Rabu, 15 Juli 2009

Kapal LPD TNI AL Selesai September 2009



PT PAL tengah menyelesaikan pembangunan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD). Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, PAL berjanji menyerahkan kapal angkut personel itu pada September mendatang.

Dia berharap, tidak ada lagi penundaan. "Karena sudah 11 kali penyerahannya ditunda," katanya usai menghadiri peluncuran buku mantan KSAL Laksamana (purn) Sumardjono di Jakarta, Selasa (14/7) malam.

Tedjo mengatakan, pembangunan LDP adalah realisasi alih teknologi senjata strategis dari negara maju.

Angkatan Laut memesan empat kapal LPD dari Korea Selatan. Dua kapal pertama, KRI Surabaya dan KRI Makassar, langsung dibuat di negeri ginseng tersebut dan telah hadir memperkuat jajaran matra laut.

Dua kapal terakhir dibangun di PT PAL, Surabaya, dengan asistensi penuh Korea. Dia menjelaskan, kapal terakhir direncanakan kelar Januari 2010.

Tedjo mengatakan, setelah LPD, diharapkan PAL membangun kapal perusak kawal rudal. Saat ini, TNI AL tengah menjajaki negara produsen yang berkomitmen memberikan alih teknologi. Beberapa calonnya, Prancis, Belanda, dan Italia. "Masih ditimbang mana yang terbaik," kata lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1975 itu.

sumber: http://jurnalnasional.com/?media=KR&...20-%20Keamanan

AS Kirim Lima kapal Perang ke Indonesia





CVN-73 USS George Washington


JAKARTA - Amerika Serikat (AS) akan mengikutsertakan lima kapal perangnya dalam parade kapal perang internasional Indonesia (Indonesian Fleet Review/IFR), pada 17-19 Agustus mendatang.

"Semula AS akan kirim dua kapal perangnya. Namun konfirmasi terakhir menjadi lima kapal perang," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno ketika ditanya di Jakarta, Rabu (15/7), tentang persiapan akhir IFR 2009 di Manado, Sulawesi Utara.

Lima kapal perang AS terdiri atas kapal induk George Washington dan empat lainnya merupakan perang jenis perusak (destroyer). Selain AS, 31 negara lainnya seperti negara-negara ASEAN, China, Pakistan, Eropa, Prancis, Inggris, Jepang dan Rusia juga akan mengirimkan
kapal perangnya sehingga diperkirakan ada 50 kapal perang yang akan ikut dalam IFR 2009.

Indonesia dalam kegiatan itu akan mengikutsertakan 10 kapal perangnya. "Ini merupakan kebanggaan tersendiri dapat menyelenggarakan IFR dengan peserta yang cukup banyak yakni 32 negara dengan hampir 50 kapal perang," kata KSAL.

Selain parade kapal perang (fleet review), juga ada lintas layar (sail pass), yacht rally Darwin (Australia) ke Manado, lintas terbang (fly pass), kirab kota, dan bakti sosial.

Pelaksanaan Parade Kapal Perang Indonesia kali pertama diselenggarakan pada Peringatan 50 Tahun Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, dan baru kembali diselenggarakan pada pertengahan Agustus 2009. Ini juga merupakan keikutsertaan AS yang kedua kalinya.

KSAL menambahkan, kegiatan IFR 2009 tersebut sekaligus menunjukkan keberadaan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, karena 2/3 wilayah Indonesia adalah perairan. Selain itu, melalui IFR 2009 dapat pula ditingkatkan kerja sama atas dasar saling menghormati dan menghargai antarnegara, khususnya angkatan laut masing-masing negara.

Pembukaan IFR 2009 rencananya akan dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/85380/17/1/AS-Kirim-Lima-kapal-Perang-ke-Indonesia

Jumat, 10 Juli 2009

Serah Terima Panser Pindad APS 6x6 Anoa






BANDUNG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso (kanan) menaiki salah satu dari 40 Panser jenis Angkut Personel Sedang (APS) 6x6 seusai serah terima dari PT Pindad ke Departemen Pertahanan di kawasan hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/7). FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ed/mes/09.

Minggu, 21 Juni 2009

KRI Slamet Riyadi Dikirim ke Ambalat


VIVAnews - Sabtu sore ini, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mengirim Kapal Rakyat Indonesia Slamet Riyadi ke Blok Ambalat, Kalimantan Timur. Kapal perang yang bermarkas di Surabaya ini akan menggantikan KRI Makassar.

KRI Slamet Riyadi singgah dulu di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, sebelum menuju Ambalat. Di Balikpapan, kapal ini akan mengisi logistik untuk melakukan patroli laut di kawasan sengketa Indonesia dengan Malaysia itu.

KRI Slamet Riyadi yang diawaki 186 personel ini dibangun tahun 1967. Kapal ini merupakan kapal kedua dari jenis kapal kelas perusak berpeluru kendali yang dimiliki TNI AL. "Kapal ini dilengkapi dengan rudal anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara," kata Letnan Kolonel Taat Siswo Sunarto, kapten KRI Slamet Riyadi.

Sejak kapal patroli Malaysia beberapa kali melakukan provokasi dengan melintas masuk ke wilayah Indonesia, TNI AL terus menyiagakan armada perang di kawasan kaya minyak itu. Hingga kini terdapat lima kapal perang Indonesia yang berpatroli di kawasan itu.

Untuk mengakhiri krisis perbatasan ini, pemerintah Indonesia dan Malaysia berencana melakukan perundingan pada Juli nanti. Sejauh ini, Malaysia menyatakan akan mengurangi intensitas patroli di kawasan itu.

sumber: http://nasional.vivanews.com/news/re...rim_ke_ambalat

Rabu, 17 Juni 2009

Latihan Bersama Garuda Shield-09










BANDUNG - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan beberapa perwira lain mencoba senjata dengan sistem automatic sensor yang dipamerkan saat upacara pembukaan latihan gabungan Garuda Shield-09 di Pusat Pendidikan Infanteri Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (16/6). Latihan militer bersama yang diikuti oleh 20 Negara Asia-Pasifik ini berlangsung hingga 29 Juni. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas serta kerja sama operasional antar negara peserta pada misi perdamaian PBB. FOTO ANTARA/Rezza Estily/ss/pd/09.
Powered By Blogger