Rabu, 13 Mei 2009

iPod Bantu Pekerjaan Militer AS


LONDON - iPhone dan iPod Apple merupakan gadget terbaru yang digunakan pasukan tentara Amerika dalam operasi militer di Irak dan Afghanistan.

Berdasarkan pengakuan dari pihak militer AS, mereka merangkul perangkat yang mudah digunakan ini karena kemampuannya yang dapat membawa beragam piranti lunak dengan jaminan keaman yang tinggi.

Lagipula, harganya jauh lebih murah dibandingkan perangkat lain yang memang dirancang khusus untuk kepentingan militer, demikian keterangan yang dikutip dari Telegraph, Selasa (12/5/2009).

Perangkat iPod dapat menyimpan hingga 30.000 program komputer. Kelebihan lainnya, iPod bisa melakukan bermacam pekerjaan mulai dari penerjemahan hingga melacak jalur peluru tembak.

Untuk memaksimalkan penggunaan perangkat ini, para tentara AS diberi pelatihan untuk mengeksplorasi iPod. Bahkan mereka diajari bagaimana memanfaatkan iPod sebagai sistem petunjuk untuk melacak keberadaan robot bom disposal dan untuk menerima aerial footage dari pesawat tak berawak.

Penggunaan iPod dikalangan militer nampaknya akan terus berkembang, bahkan baru-baru ini Angkatan Laut AS mendanai pengembangan aplikasi yang memungkinkan para tentara mengunggah foto para tersangka yang tertangkap berbarengan dengan laporan tertulis ke dalam bentuk database biometrik.

Piranti lunak ini nantinya akan mencocokkan gambar wajah tersangka sehingga akan mudah melacak dan mengawasi keberadaan mereka jika sudah dibebaskan nanti. (srn)

sumber: http://techno.okezone.com/index.php/...aan-militer-as

Northrop advance brings era of the laser gun closer


Northrop Grumman Corp. engineers in Redondo Beach have developed an electric laser capable of producing a deadly 100-kilowatt ray of light, a major milestone that is expected to help transform what was once a Buck Rogers space fantasy into reality.

Announced Wednesday, the landmark achievement -- long considered a Holy Grail for weapon developers -- opens the way for development of laser weapons small enough to fit in a fighter jet yet powerful enough to destroy an enemy craft in the blink of an eye.

After more than four decades of frustrations and failures, "you can now see that the battlefield applications of laser weapons are becoming a real possibility," said Barry Watts, senior fellow and an expert on so-called directed energy weapons at the Center for Strategic and Budgetary Assessments think tank in Washington.

Laser guns are still years from being used in combat and it may be the middle of next decade before they are installed on fighter planes, tanks and ships.

But Northrop "proved" that a laser powered by electricity could generate a beam powerful enough to destroy targets in the battlefield, said Brian Strickland, the Army's manager for the Joint High Power Solid State Laser program.

"This is a major milestone because we have proven that we can build it," Strickland said.

The beam from a solid-state laser is powered by electricity, which can be generated by a jet engine or the turbines of a tank. Chemical lasers are capable of producing much more powerful beams, but because the energy output relies on the quantity of chemicals used, they take up a lot of space.

Dan Wildt, vice president of Northrop's directed energy systems program, said few believed that an electric laser could produce a 100-kilowatt beam. Reaching even 10 kilowatts was considered a milestone just a few years ago.

"Five years ago few people believed that a solid-state laser could produce a militarily suitable 100-kilowatt beam," Wildt said.

With the major hurdle overcome, the next step would be to take the laser from the laboratory to the field and begin shooting down missiles with it, Strickland said. The laser would also have to be scaled down and "ruggedized" so it could withstand battlefield abuse. "It is still a little heavy and a little big," he said.

The word "laser" is an acronym for "light amplification by stimulated emission of radiation." The technology turns atomic particles into light with enough radiation to damage an object it encounters. The range and severity of the damage depend on how much power can be generated and how well the light can be focused on a target.

The Northrop laser produced a beam at more than 105 kilowatts, which is akin to focusing more than 1,000 100-watt light bulbs on a small spot. The intensity of the light would be comparable to that on the surface of the sun.

A secret demonstration was held for the military at Northrop's Space Park in Redondo Beach last month and then verified by the Army before it was disclosed Wednesday.

The sprawling complex, built during the height of the Cold War, has developed some of the nation's most complex weapon systems, including the Minuteman intercontinental ballistic missile, as well as pioneering military communication and spy satellites. It took up laser research in the 1960s and became the first laboratory to develop a weapons-grade chemical laser.

peter.pae@latimes.com

SUMBER:http://militarycontract.blogspot.com/2009/03/northrop-advance-brings-era-of-laser.html

Jumat, 08 Mei 2009

Russia 'waiting' to carry out Iran arms contract


Russia will decide whether to deliver sophisticated S-300 air defence systems to Iran based on the "international situation," a government source here was quoted as saying on Wednesday.

"The further implementation of the contract depends in large part on the developing international situation and the decision of the country's leaders," said the source in the Federal Service for Military-Technical Cooperation, which oversees Russian arms sales, quoted by Interfax and RIA-Novosti.

"The S-300 systems have not yet been delivered within the framework of the contract concluded two years ago," the source said.

Russia's plans to sell S-300 air defence systems to Iran have attracted criticism from the United States and Israel, both of which suspect Tehran of trying to develop nuclear weapons.

Neither the United States or Israel has ruled out attacks on Iran's atomic facilities, which Tehran insists are intended only for peaceful purposes.

The Russian air defence facilities could potentially hinder such attacks.

Russian defence expert Ruslan Pukhov said the United States was clearly preparing a deal by which Russia would renounce its long-standing military ties with Iran in exchange for Washington dropping plans to place missile defence facilities in eastern Europe.

Moscow vehemently opposes the US missile shield plans.

"It's clear the United States is preparing a deal, suggesting to Russia that it renounce arms cooperation with Iran or limit it, in exchange for abandoning the missile defence shield in Europe," said Pukhov, who works at the Moscow-based Centre for Strategies and Technologies.

"This deal isn't at all fair as the Americans renounce their shield for domestic reasons but force us to renounce sales of arms to Iran practically without gaining anything in exchange," he said.

Indonesia Ditawarkan Produksi Bersama Pesawat Tempur L-159


Indonesia Ditawarkan Produksi Bersama Pesawat Tempur L-159

JAKARTA--MI: Aero Vodochody selaku produsen pesawat tempur latih L-159, menawarkan produksi bersama pesawat tersebut kepada Pemerintah Indonesia. Produksi bersama yang ditawarkan mencakup sebagian mesin dan suku cadang pesawat.

Tidak itu saja, pihak Aero juga menawarkan prasarana pelatihan, simulator, dan jaminan suku cadang selama 25 tahun.

Dalam pertemuan tertutup itu, pihak Aero diwakili Presiden Aero Igor Hulak, Manager Pemasaran Martin Kubovy dan Wakil Program Militer Aero Petr Kudrn. Sedangkan Pemerintah Indonesia diwakili Dirjen Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan Marsekal Muda TNI Errys Heriyanto.

Pesawat tempur latih L-159 sudah lama menjadi alternatif untuk mengganti beberapa pesawat TNI Angkatan Udara (AU) yang akan memasuki masa 'pensiun'. Beberapa jenis pesawat tempur yang akan diganti itu adalah OV-10 Bronco, F-5 Tiger, Hawk MK-53 dan pesawat angkut Fokker-27 dan Helikopter Sikorsky.

Mabes TNI dan Dephan telah melakukan penjajakan ke beberapa negara untuk mencari pesawat pengganti yang sesuai dengan peran dan tugas pokok pesawat lama. Khusus untuk pengganti pesawat Hawk MK-53, Mabes TNI AU mengantongi beberapa pilihan yakni Aermachchi dari Italia, FTC-2000 dari China, dan L-159B dari Ceko. (Ant/OL-06)

http://www.mediaindonesia.com/read/2...t-Tempur-L-159

Jumat, 01 Mei 2009

KRI Untung Suropati Usir KD Jerong


Ambalat, 30 April (TANDEF) - Pagi ini pada pukul 10.00 s/d 11:30 WITA, KRI Untung Suropati melakukan pengusiran terhadap KD Jerong milik AL Malaysia (TLDM) yang memaksa masuk ke wilayah laut Republik Indonesia sejauh 3,6 mil di Ambalat, pada koordinat 04.09.17 LU / 117.57.44 BT. KD Jerong berada pada posisi bearing 108 derajat jarak 8 mil dari KRI Untung Suropati.

Secara terpisah, Komandan KRI Untung Suropati, Mayor Laut (P) Salim menyampaikan bahwa insiden serupa sudah sangat sering terjadi. Kapal-kapal perang TLDM sering sengaja memasuki wilayah laut RI, lalu dihalau oleh KRI yang bertugas di sana, diusir, lalu pergi. Begitu seterusnya. Mereka tahu itu salah, tapi terus mengulang & melakukannya. Apakah sebenarnya tujuan mereka ini?

Mungkin perlu kita tinjau ulang lagi RoE (Rule of Engagement) di wilayah laut perbatasan agar kapal asing manapun tidak seenaknya melecehkan kedaulatan kita.

SUMBER: http://www.tandef.net/kri-untung-suropati-usir-kd-jerong

Selasa, 28 April 2009

Langgar Batas, RI Warning Malaysia


Langgar Batas, RI Warning Malaysia

TARAKAN - Pelanggaran batas negara yang kerap dilakukan Malaysia, rupanya, kian menjadi-jadi. Berdasar laporan yang diterima Markas Besar TNI, dalam 3-4 bulan terakhir sudah beberapa kali Tentara Diraja Malaysia melanggar batas wilayah di perairan Ambalat, Kaltim.

''Enam sasaran sudah tertangkap,'' ungkap Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda (Marsda) TNI Dradjad Raharjo di Tarakan kemarin (27/4). Melihat hal itu, TNI tidak tinggal diam. TNI segera mengerahkan armada tempur untuk unjuk kekuatan dalam bingkai latihan perang.

''Mereka (Malaysia) sering melanggar kita (Indonesia).'Ya kini kita memberi balasan. Bisa dikatakan ini sifatnya peringatan buat Malaysia," tegasnya. Pelanggaran itu, tambah dia, terdeteksi dari pantauan radar TNI. Baik pesawat maupun kapal Malaysia kerap mondar-mandir di sekitar Ambalat.

Minggu lalu (26/4) empat pesawat tempur TNI-AU berjenis Hawk-100 dan Hawk-200 telah unjuk kekuatan di langit Tarakan. Misi utama pesawat tempur itu adalah mendukung Operasi Udara Ambalat yang dilaksanakan TNI-AU hingga sepekan. Satu unit heli Superpuma juga dikerahkan sebagai dukungan tim SAR dalam operasi tersebut.

Operasi itu juga melibatkan 150 personel dari berbagai satuan. Di antaranya, Lanud Balikpapan, Satuan Radar (Satrad) 225 Tarakan, dan Skudron Udara I Pontianak. (jpnn/oki)

sumber: http://jawapos.co.id/

Sabtu, 25 April 2009

Rusia tidak Dapat Penuhi Seluruh Pesanan Senjata


MOSKOW--MI: Rusia kemungkinan tidak dapat memenuhi seluruh pesanan senjata dari luar negeri tahun 2009 karena masalah keuangan dalam industri pertahanannya, kata seorang pejabat penting perusahaan perdagangan senjata pemerintah Rosoboronexport.

"Menurut perkiraan kami,pabrik-pabrik industri pertahanan akan paling menderita," kata pemimpin kelompok penasehat perusahaan itu, Alexander Brindikov yang dikutip kantor berita Interfax.

"Ini dapat berakibat pada kegagalan memenuhi kontrak-kontrak kami" untuk pengiriman senjata-senjata ke luar negeri, tambahnya.

Ia mengatakan ekspor senjata Rusia tahun 2009 seharusnya mencapai tujuh miliar dolar berdasarkan penjualan tahun lalu.

Rusia mengalami rekor penjualan senjata tahun 2008 8,35 miliar dolar, demikian menurut data yang disiarkan Presiden Dmitry Medvedev Februari lalu.

Perdagangan senjata merupakan salah satu dari sektor-sektor paling menguntungkan Rusia sejak ambruknya Uni Sovyet dan dalam tahun-tahun belakangan ini Moskow secara aktip menjajaki kontrak-kontrak baru jangka panjang dengan pemerintah-pemerintah asing. (Ant/OL-06)

sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2...esanan-Senjata
Powered By Blogger