Senin, 25 Mei 2009

SBY: TNI Tidak Usah Kuat Sekali


BOGOR, kompas..com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan, keterbatasan anggaran membuat Departemen Pertahanan hanya mendapat alokasi Rp 33, 6 triliun. Karena itu, pilihan saat ini bukan untuk membangun TNI yang kuat sekali.

"Sepertinya besar (Rp 33,6 triliun), tetapi kalau mau bangun tentara butuh lebih besar lagi. Pilihan saat ini tentunya kalau kita ingin bangun tentara tidak usah kuat sekali," ujar Presiden saat meninjau perumahan dinas Paspampres di Bojong Nangka, Bogor, Jawa Barat, Senin (25/5).

Pilihan di tengah keterbatasan anggaran saat ini adalah membangun tentara yang mampu mempertahankan negaranya dan menjaga negaranya. Untuk membangun tentara yang sangat kuat diperlukan lebih banyak lagi anggaran. "Kita bekerja keras lampaui krisis dua tahun ini," ujar Presiden.

sumber: http://nasional.kompas..com/read/xml/...ah.kuat.sekali.

Sabtu, 23 Mei 2009

Dephan Menunggu Hasil Tim Penyelidikan TNI Angkatan Udara Untuk Mengambil Upaya Lanjutan


Jakarta, DMC - Guna mengambil upaya lanjutan Dephan masih menunggu hasil Tim penyelidikan TNI Angkatan Udara yang langsung dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Subandrio terkait tragedi jatuhnya pesawat Hercules C-130 milik Angkatan Udara yang terjadi di Wamena dan di Madiun.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menhan, Juwono Sudarsono kepada wartawan usai upacara penyematan Bintang Yudha Dharma Utama kepada Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Rabu (20/5) di Kantor Dephan, Jakarta.

Menhan menjelaskan hingga saat ini faktor penyebab kecelakaan jatuhnya pesawat Hercules Tipe B yang terjadi di Wamena beberapa waktu lalu dan Hercules Tipe B yang terjadi di Madiun hari ini belum dapat diketahui.

“Kita akan tunggu dulu hasil penyelidikan dari tim TNI AU baik kejadian dari Wamena atau di Madiun hari ini. Setalah ada masukan dari Kasau dan timnya baru nanti kita bahas upaya berupa perbaikan sesuai dengan kemampuan anggaran,” ujar menhan.

Menurut menhan, kecelakaan jatuhnya Pesawat Hercules di dua daerah itu bisa disebabkan oleh faktor teknis pesawat itu sendiri ataupun adanya faktor yang disebabkan oleh kesalahan operasional dari manusia (Human Error).

Menhan menambahkan apabila di dalam kecalakaan tersebut terdapat faktor teknis, maka untuk sementara waktu akan diambil tindakan larangan terbang (Grounded) ataupun penggunaan terhadap pesawat-pesawat jenis Hercules.

“Jika kesalahan itu berdasarkan faktor teknis, maka ada kemungkinan kita akan memutuskan untuk sementara menggrounded pesawat-pesawat jenis tersebut. Ttapi sebelum saya memberikan keputusan itu kita harus tahu persis apakah kedua kecelakaan ini berdasarkan faktor teknis atau bukan,” tegas menhan.

Menhan mengatakan seiring dikeluarkan keputusan tersebut, akan dilakukan program retrofit terhadap pesawat yang usianya sudah cukup tua. Menhan juga menilai dengan adanya program retrofit yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran setidaknya jarak usia pemakaian pesawat bisa diperpanjang sekitar 5 sampai 10 tahun kedepan.

“Kita selalu mengatakan idealnya untuk biaya perawatan itu adalah 25% dari keseluruhan alutsista yang kita miliki, tetapi karena keterbatasan anggaran nyatanya biaya peralatan itu di bawah 10 %,” tutur menhan.

Pesawat Hercules milik TNI AU tersebut jatuh dan terbakar di persawahan Desa Nggeplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Insiden ini terjadi sekitar pukul 06.25 WIB, Rabu (20/5).

Pesawat Hercules C-130 A-1325 yang membawa 13 crew dan penumpang yang jumlahnya sekitar 98 orang sedang melaksanakan perjalanan reguler dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Biak, Irian Jaya yang terlebih dulu singgah di Lanud Iswahyudi, Madiun.

Hingga kini belum dapat dipastikan jumlah korban yang tewas dalam jatuhnya Pesawat Hercules tersebut. Setidaknya dua warga tewas yang merupakan penghuni rumah yang terhantam saat pesawat Hercules malakukan pendaratan darurat. (MAW/HDY)http://www.dmcindonesia.web.id/modules.php?name=News&file=article&sid=606

Panglima: Masalah Alutista, Itu Rahasia Militer


BALIKPAPAN - Panglima TNI Jendral TNI Djoko Santoso mengatakan masalah alat utama sistem senjata jangan dibahas secara luas.

Karena masalah alutista adalah masalah rahasia militer, yang tidak boleh dipublikasikan. Menurut Djoko, mempublikasikan masalah alutista sama dengan membuka rahasia militer negara, termasuk terkait politik menjelang Pemilu Presiden.

"Itu adalah rahasia militer," kata Djoko Santoso, Sabtu (23/5/2009).

Terkait tiga kali kasus insiden alutista di tahun 2009, selama lima bulan terakhir ini, Djoko mengatakan hal ini akan koordinasikan dengan pihak terkait.

Untuk diketahui, Djoko Santoso tiba di Bandara Sepinggan Balikpapan dengan menumpangi pesawat foker 28, pukul 9.45 WITA. Djoko melanjutkan kunjungannya ke tempat latihan tempur Ambarawang dengan menggunakan helikopter jenis Puma.
(fit)

Jumat, 22 Mei 2009

Wapres Kalla Tinjau Pembuatan Panser Pindad


BANDUNG - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meninjau tempat pembuatan panser di PT Pindad, yang berlokasi di Kota Bandung, Jumat (22/5).

Pada kesempatan itu, Wapres meninjau sebanyak 40 unit kendaraan tempur jenis pengangkut personel Panser APS 6X6 dan 4x4 pesanan Departemen Pertahanan yang tengah dikerjakan.

Rencananya ke-40 panser pesanan pemerintah itu tuntas bulan depan. Saat ini panser tersebut masih dilakukan pengujian oleh tim khusus.

Dalam kunjungan itu. Wapres Jusuf Kalla didampingi Direktur Utama PT Pindad Adie Avianto yang sekaligus memberikan penjelasan terkait spesifikasi dan perkembangan pengerjaan panser itu.

"Saat ini 40 panser sudah selesai, tinggal menunggu pengujian dari tim uji, semuanya akan diserahkan bulan depan." kata Adie.

SUMBER:http://alutsista.blogspot.com/2009/05/wapres-kalla-tinjau-pembuatan-panser.html

Rabu, 20 Mei 2009

Sebuah pesawat angkut jenis C-130 Hercules Alpha 1325 jatuh


MADIUN, kompas.com — Sebuah pesawat angkut jenis C-130 Hercules Alpha 1325 jatuh di Desa Geplak Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Rabu pagi pukul 06.30 WIB.

Menurut Kadispen AU Marsma TNI F Bambang Sulistyo saat dihubungi kompas..com, penyebab kecelakaan masih diselidiki. Diberitakan bahwa pesawat Hercules yang dipiloti Mayor (Pnb) Danu itu mengangkut 13 awak. Dua awak lain adalah Kapten Younan dan Marsma Harsono, mantan Danlanud Supadio.

Pesawat jatuh dalam penerbangan dari Jakarta menuju Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. Pesawat jatuh di sekitar permukiman dan menimpa setidaknya tiga rumah penduduk. Akibatnya, sedikitnya dua orang tewas.

Saat ini pesawat dalam kondisi berasap, tetapi personel dari Angkatan Udara telah berada di lokasi kejadian. "Saat ini sedang evakuasi," ujar Bambang.

Sebelumnya satu pesawat Hercules TNI AU diberitakan mendarat di luar landasan di bandar udara Sentani, Papua. Akibat kecelakaan dua roda pesawat copot.

Selasa, 19 Mei 2009

Pesawat Tempur Asing Terdeteksi di Selatan Pulau Rote, NTT


KUPANG--MI: Radar TNI Angkatan Udara (AU) di Kupang, NTT, mendeteksi sejumlah pesawat tempur asing terbang di bagian selatan Pulau Rote. Namun, ketika didekati oleh pesawat tempur TNI AU, pesawat tersebut menghilang.

Komandan Pangkalan Udara El Tari Kupang Letnan Kolonel Pnb Joko Sugeng Srianto mengatakan itu kepada Media Indonesia di Kupang, Senin (18/5).

"Memang mereka (pesawat asing) itu terbang di luar wilayah udara RI, tetapi pesawat TNI sedang dalam misi pengamanan udara sehingga mendekat untuk diidentifikasi secara visual," katanya.

Pesawat asing itu terdeteksi sejak Senin (11/5) pekan lalu dan telah dilaporkan ke pimpinan TNI. Menurutnya, empat pesawat Tiger F5 TNI AU kemudian terbang menyusuri perbatasan RI-Australia, namun pesawat asing tersebut menghilang dari jangkauan radar.

Perbatasan udara RI dan Australia memang sangat rawan terhadap pelanggaran oleh pesawat dan kapal nelayan asing. Belum lama ini, TNI AU menggelar operasi udara untuk mengawasi pulau terluar dan alur laut kepulauan Indonesia (ALKI). Gelar operasi dimulai 5 Mei dan berakhir pada Jumat (15/5) pekan lalu.

Menurut Joko, selama operasi berlangsung tidak terlihat kapal asing beroperasi di ALKI dalam wilayah RI. Hanya kapal berbendera Indonesia yang terlihat melintas. Operasi udara tersebut melibatkan empat pesawat tempur Tiger F5 dengan 150 personel Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU dipimpin Letkol Pnb Ronny Moningka.

Wilayah selatan Pulau Rote sangat rawan terhadap pelanggaran, antara lain beberapa kali menjadi jalur penyeberangan imigran gelap asal Vietnam dan Afghanistan. Pasalnya, jarak Pulau Rote ke perbatasan laut RI-Australia tidak kurang dari 90 mil. (PO/OL-01)

sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2...tan-Pulau-Rote

Kamis, 14 Mei 2009

IAF practicing MIG-29/F-16 dogfights


Israel Air Force test pilots are flying MIG 29 jets and conducting dogfights against the IAF's F-16 fighters, Channel 2 revealed Wednesday evening.

The MIG 29, developed by the soviets in the 1970s, is one of the best fighter jets used by eastern and Arab countries, as well as by Syria and Iran. It was developed to counter American-made jets such the F-16 or F/A-18.

The jets were loaned to Israel by an unnamed foreign country. The experiment is meant to prepare IAF pilots for missions where they might have to fight a foreign air-force.

"We tested them - we trained the IAF pilots against them," an unnamed IAF official said.

The IAF employs ten test pilots. The training of each costs about a million dollars, but the experience gleaned from the test pilots, the unnamed official said, "is priceless."

"You fly in places and in certain conditions in a way never attempted before," an unidentified test pilot said. "Once, a piece of the jet's body broke during an experiment but the crew managed to land it safely."

A test jet is just like a regular one, except for special sensors which cover literally every aspect of its mechanical and electronic systems and can be monitored from the ground for assessment.

An additional experiment conducted recently by the air force involved loading an F-16 with weapons to its utmost capacity, or "flight in a heavy formation," as the test pilot labeled it. The experiment was meant to measure the pilot's safety and the fighter's capability when it was carrying the maximum amount of armaments.

A jet so armed might be used in a long-distance sortie. The pilots interviewed would not name which foreign countries might be the targets of such sorties, but it was clear the main target of such an ambitious mission would be Iran's nuclear installations.

SUMBER:http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1242212366589&pagename=JPost%2FJPArticle%2FShowFull
Powered By Blogger